Rabu, 26 Mei 2010

Rahasia dibalik Wawancara dan Psikotes

Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)

Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.

"Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.

Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point."

Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.

Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang "berbeda", meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.

Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.

Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.

Cocok berbobot

Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".

Dasar pemikiran lain kenapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan potensi yang dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula perbedaan dalam pola pikir, tingkah laku, minat, serta pandangannya terhadap sesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil kerja. Bisa jadi suatu pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil bila dikerjakan oleh individu yang mempunyai bakat serta kemampuan seperti yang dituntut oleh persyaratan dari suatu pekerjaan atau jabatan itu sendiri.

Ada beberapa tujuan spesifik dari wawancara psikologi. Pertama, observasi. Dalam hal ini calon kar-yawan dilihat dan dinilai. Mulai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, postur - terutama untuk pekerjaan yang memang membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam, dan pramugari. Penilaian juga menyangkut bobot jawaban dan kelancaran dalam menjawab.

Demikian pula perilaku dan sikap-sikap yang akan muncul secara spontan bila berada dalam situasi yang baru dan mungkin menegangkan. Misalnya, mata berkedip-kedip atau memutar jari-jemari yang dilakukan tanpa sadar.

Dalam hal bobot jawaban, misalnya, si calon bisa dinilai apakah ia memberikan jawaban yang dangkal atau tidak, atau malah berbelit-belit. Jawaban berupa "Ingin naik pesawat" atau "Ingin ke luar negeri" merupakan contoh jawaban yang dinilai dangkal atas pertanyaan alasan menjadi pramugari.

Sedangkan kelancaran dalam menjawab biasanya dinilai dari berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang calon karyawan untuk menjawab pertanyaan.

Dalam wawancara psikologi yang diperlukan sebenarnya jawaban spontan dan tidak mengada-ada. Misalnya, apabila ditanya alamat, sebut saja alamat kita. Tidak usah ditambah-tambahi atau malah berlagak sok pintar.

Tujuan berikutnya dalam tes wawancara adalah menggali data yang tidak didapatkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa nilai yang didapat.

Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon?

Atas dasar itu seorang psikolog sering melontarkan pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman dan intelegensi si calon. Misalnya, calon mengaku berpendidikan S2, maka diajukan pertanyaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan itu. Bila jawabannya kurang bermutu, dapat saja diambil kesimpulan bahwa calon memiliki intelegensi yang kurang atau dianggap tidak serius selama menjalani proses pendidikan.

Sering juga terjadi hasil tes tulis bagus, tapi hasil wawancaranya kurang meyakinkan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin ia telah beberapa kali mengikuti psikotes atau pernah mengikuti bimbingan psikotes. Tes ulang dapat menjadi alat untuk mengatasi keraguan itu.

Dalam konteks di atas, tidaklah mungkin seorang calon membohongi psikolog. Riskan pula bila dia tidak menjawab dengan sebenarnya. Terbuka sudah kepribadiannya yang tidak jujur, padahal kejujuran merupakan prasyarat penting untuk perusahaan.

Pada wawancara untuk evaluasi karyawan atau promosi jabatan biasanya data curiculum vitae (CV) dari instansi atau perusahaan sudah diberikan semua dari Bagian Personalia.

Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk membuat keputusan.

Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang diberikan oleh perusahaan atau tidak.

Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap, serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya cukup.

Mengapa gagal?

Banyak calon karyawan gagal dalam psikotes, termasuk di dalamnya wawancara. Mengapa?

Sesungguhnya, hasil pemeriksaan psikologi bersifat rahasia, dalam arti tidak setiap orang dapat menerjemahkan dalam bahasa sehari-hari. Jadi, yang berhak adalah psikolog yang berkompeten.

Hal itu berbeda dengan tes kesehatan, di mana jenis kegagalan dapat disebutkan dengan jelas dan biasanya dapat pula dilihat. Sementara hasil psikotes masih merupakan data kasar berupa angka-angka sehingga perlu dijelaskan dalam bahasa awam oleh psikolog, untuk dijadikan data kualitatif.

Pada dasarnya psikotes bukan ujian. Psikotes tidak mengukur prestasi melainkan potensi dasar setiap individu. Dalam tes prestasi ada materi yang dapat dipelajari, misalnya bahasa Inggris. Bila seseorang mendapat nilai B dalam pelajaran itu, berarti penguasaan materi Bahasa Inggrisnya baik.

Sedangkan psikotes mengukur potensi dasar yang dimiliki tiap individu. Seseorang yang memang pada dasarnya cerdas, dites seperti apa pun tetap akan baik hasilnya. Asalkan dia serius pada saat mengerjakan dan tidak terganggu konsentrasinya sehingga dapat bekerja secara optimal.

Untuk mengurangi risiko gagal, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Yang pertama, penampilan fisik. Perhatikan dengan saksama apalagi bila profesi yang akan dimasuki mensyaratkan penampilan menarik - seperti pramugari, teller bank, atau sekretaris. Sedangkan tentara/polisi lebih menitik-beratkan pada postur ideal antara tinggi dan bobot badan, serta ada persyaratan minimal tinggi badan.

Perhatikan juga cara berpakaian, sebaiknya sesuaikan dengan situasi dan suasana. Misalnya, dalam wawancara untuk calon pramugari sebaiknya tidak mengenakan pakaian yang tidak selayaknya, seperti celana panjang berbahan jins. Atau menggunakan sepatu sandal, meskipun sedang mode.

Kerapian dan kesopanan berpakaian juga dipertimbangkan. Misalnya, tidak mengenakan kemeja yang lengan panjangnya dilipat, atau hanya mengenakan kaus, atau kemeja tidak dimasukkan.

Sikap pun memberikan nilai penting. Yang dimaksud dengan sikap ialah bagaimana si calon karyawan dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat. Sebaiknya bersikap wajar saja, tidak dibuat-buat, tetapi juga tidak tegang atau gugup.

Selain itu, biasanya dinilai pula kesopanan yang sesuai dengan norma. Misalnya, tidak tampak menjilat, mengetuk pintu bila akan masuk ruangan, atau kalau belum dipersilakan duduk, ya, jangan duduk dulu. Dalam menjawab pertanyaan tidak bertele-tele, langsung pada inti masalah. Kemudian menjawab secara jujur, tidak perlu ditutup-tutupi. Misalnya, pernah tidak naik kelas atau pernah gagal pada tes di perusahaan lain.

Selain itu, dalam menjawab tidak usah menggurui, meskipun si calon sudah memiliki pendidikan yang cukup tinggi, pengalaman cukup banyak, atau dari segi usia lebih tua daripada si pewawancara.

Jangan pula menjawab dengan sombong, misalnya mengaku sebagai atlet yang sudah keliling ke banyak negara dan memiliki segudang prestasi. Bangga boleh-boleh saja, tetapi kalau hasil psikologi tertulisnya kurang baik, tetap saja tidak lulus.

Yang tidak kalah penting, tidak usah bertanya. Meski merasa optimistis dengan hasil tes tulis dan merasa bisa mengerjakan, calon tidak perlu bertanya mengenai hasilnya. Pada dasarnya wawancara adalah tes juga sehingga hal ini akan mempengaruhi penilaian. Selain itu, situasi yang dihadapi saat itu adalah situasi tes, bukan konsultasi psikologi. Pertimbangkan pula banyak calon lain yang menunggu.

Umumnya, untuk memperoleh informasi penting dari calon karyawan digunakan metode FACT, yaitu:

* F: Feeling. Tentang apa yang dirasakan oleh orang itu. Ditanyakan minatnya, gambaran pekerjaan, apakah juga sudah terbayang.
* A: Action. Mengenai tindakan-tindakan apa yang telah dilakukan.
* C: Condition. Kondisi/situasi/keadaan di mana kejadian itu berlangsung.
* T: Thinking. Mengenai apa yang dipikirkan atau yang diinginkan oleh orang pada saat itu.

Pemahaman yang lebih baik tentang wawancara psikologi akan membuat kita lebih mudah mempersiapkan diri menghadapi jenis wawancara ini. Yang pasti, wawancara psikologi tidak perlu ditakuti dan tidak bisa dibohongi.



Nah, dah tau rahasianya..ini tips2nya:

* Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara
* Jika tidak diberitahu terlebih dahulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
* Mempersiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan pewawancara.
* Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara).
* Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
* Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
* Ucapkan salam (selamat pagi / siang / sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat.
* tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).
* Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.
* Persiapkan surat lamaran dan CV anda.
* Ingat dengan baik nama pewawancara.
* Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
* Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
* Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.
* Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
* Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
* Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi.
* Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
* Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
* Ajukan beberapa pertanyaan bermutu diseputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.
* Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
* Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
* Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda.

Selasa, 25 Mei 2010

Love story

Alkisah hidup sepasang kekasih yang menjalani hari-harinya penuh shizuka, mereka sangat menyayangi satu sama lain, hingga hubungan mereka sangat sulit untuk dipisahkan.
Setiap hari Otoko membuat burung kertas buat shizuka sebagai symbol kecintannya, dan menggantung dikamarnya. Hubungan mereka sangat mereka nikmati seolah-olah dunia ini hanya milik mereka berdua.
Hingga suatu hari shizuka mengambil keputusan untuk memutuskan hubungannya dengan Otoko, Otokopun sangat terpukul dengan keputusan yang sangat mendadak tersebut. shizuka berkata “kita harus melihat kehidupan ini secara dewasa, kamu terlalu miskin buat aku”. “aku sudah menemukan pujaan hati dan akan menikah dengan lelaki tersebut”. lelaki tersebut sangatlah kaya jauh berbeda denganmu yang tidak memiliki kekayaan sama sekali. “Kami akan menikah dan pindah ke paris prancis,tempat yang indah yg selalu saya impikan dalam tidurku, apa jadinya aku jika aku tetap bersama kamu, kamu terlalu miskin”.
Mendengar keputusan itu dengan perasaan sedih, Otoko akhirnya meninggalkan kota. menjalani kehidupannya dengan sangat keras, hari-harinya dilalui dengan penuh kerja keras tanpa mengenal lelah. Mulai dari buruh harian, serabutan, jual koran, sampai kerja kantoran dilaluinya dengan sangat baik demi membuktikan bahwa dia bukanlah orang miskin seperti apa yang dikatakan shizuka kepadanya. Tahun demi tahun telah dilalui, dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, akhirnya Otoko menjadi seorang yang sangat sukses, dengan memiliki puluhan perusahaan besar dengan ribuan karyawan, serta puluhan rumah dan mobil mewah telah didapatkanya, namun hatinya masih sangat merindukan shizuka, suatu ketika dengan mengendarai mobil mewah miliknya, Otokopun mendatangi rumah shizuka, Sesampai di depan pagar rumah shizuka , Otoko melihat seorang bapak tua sedang keluar meninggalkan rumahnya, pak tua tersebut tidak lain adalah ayah shizuka, sambil memikirkan wajah shizuka, diapun mengikuti dari belakang, hingga tibalah ayah shizuka di sebuah tempat.
tempat itu tak lain adalah sebuah pekuburan, dengan perasaan penuh tanda Tanya, Otoko turun dari mobilnya dan mendekat.
Alangkah terkejutnya ketika Otoko memandangi sebuah makam, di makam tersebut terpampang foto shizuka yang sedang tersenyum manis kepadanya. dan diatas makam tergantung burung-burung kertas yang pernah dibuat Otoko untuk shizuka. “shizuka tidak pergi ke paris, shizuka pergi ke surga, shizuka terkena serangan kanker. dia tidak ingin melihatmu bersedih. Dia sangat mencintaimu dan yakin suatu saat nanti kamu akan datang dan membawakan dia burung kertas lagi”! Otokopun akhirnya tertunduk sedih hatinya menangis darah mengingat kenangan indah bersama shizuka.
-raka Mangkauk-

Minggu, 23 Mei 2010

Pencarian Jantung Hati

Ada Sebuah kalimat “Jodoh ada ditangan Tuhan”, kalimat tersebut memang benar, tapi tahukah kita bahwa Tuhan hanya menuliskan “judul”nya saja?, selanjutnya Tuhan memberikan kita “pena” dengan maksud agar kita melanjutkan isi dari “judul” tersebut, akan bersama siapa kita? akankah kita menemukan “dia” sebagai pasangan kita? ataukah hanya mendapatkan sebuah “judul” yang tak berujung, tanpa kita tahu bagaimana kelanjutan dari “judul” yang Tuhan berikan kepada kita, apakah kita akan menulisnya dengan penuh rasa cinta, rasa sayang atau just for fun? apakah kita akan menulisnya untuk menjadikan dia sekedar berteman, sahabat, tempat curhat atau melanjutkan sampai pernikahan dengan mengganti status di KTP tentunya. atau malah menghentikan hubungan tersebut, tergantung anda mau dibawa kemana hubungan tersebut (by armada)
kembali ke diri masing-masing memanfaatkan “fasiltas Tuhan” Meskipun ada satu hal yang harus kita pahami bersama bahwa “Tuhan memberikan apa yang kita Butuhkan bukan apa yang kita inginkan” jadi tetap berusaha untuk mendapatkan yang terbaik, yakinkan diri usaha akan berhasil “all izz well”…….!!!!
Tuhan mengatur pertemuan kita dengan seseorang apakah secara langsung, secara kebetulan, lewat laut, darat atau udara (kayak iklan obat anti mabuk perjalanan hehehe) termasuk facebook tentunya hahaha..,entah dengan cara yang biasa saja atau dengan cara unik. selanjutnya kita akan dipantau dari kejauhan apakah yang kita tulis itu akan menjadi pasangan kita? menjadi tunangan? menjadi istri / suami? Atau bagaimana tergantung anda namun penentuan akhir Tetap dikembalikan kepada “Sang Penentu kebijakan”
QS. Annisa Ayat 1 “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu”.
Perlu dingat bahwa tulisan ini hanya sebuah ilustrasi tentang sebuah keinginan yang luhur untuk menemukan pasangan yang tentunya setiap orang mendambakanya dan menganggapnya sebagai “Jantung hati, meletakkan dijantung hatinya dan merekatkan erat di nadinya, mengalir di darahnya dan terbelenggu takkan pernah lekang oleh waktu” (Lyla – jantung hati)! mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman dan bisa menjadi inspirasi ataupun motivasi buat kita semua, akhirul qalam, nuun walqalami wamayasdhurun, bastabiqul khairat.. wassalam…

Makassar, 23 Mei 2010, 03.45am
-Raka Mangkauk-

Rabu, 12 Mei 2010

Siasati tubuh agar terhindar dari penyakit Gula

TANPA disadari, setiap hari kita mengonsumsi gula secara berlebihan. Padahal selama ini orang membutuhkan gula semata-mata untuk cita rasa makanan. Konsumsi gula secara berlebihan, selain merusak gigi, juga dapat dengan mudah meningkatkan bobot tubuh.

Memang di dalam tubuh, gula akan diubah menjadi glukosa yang akan memberikan energi bagi tubuh. Namun, mengurangi konsumsi gula yang tidak akan menyebabkan Anda kekurangan energi.

Banyak makanan yang sebenarnya secara tidak langsung sudah menggantikan fungsi gula, seperti bahan makanan sumber karbohidrat (beras, roti, jagung, kentang, mie, dan sebagainya). Karbohidrat ini akan diubah menjadi glukosa melalui proses pencernaan.

Selain itu, protein dan lemak juga memberikan energi. Adapun makanan yang mengandung banyak gula semisal minuman ringan (soft drink), es krim, kue manis, dan permen manis.

Nah, untuk mengurangi konsumsi gula dalam keseharian, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Berikut ini tip praktisnya:

1. Pilih camilan yang tidak mempunyai rasa manis dan gurih.

2. Hindari minuman manis, ganti dengan jus buah, namun jangan menambahkan gula.

3. Jangan menambahkan gula pada susu, atau minuman cokelat.

4. Sediakan buah-buahan untuk pencuci mulut atau pengganjal perut.
Sumber: Okezone

Tips sehat Ginjal

Penderita ginjal banyak yang tidak merasakan keluhan apa-apa. Tahu-tahu ketika diperiksa secara klinis ginjal sudah bermasalah. Cari tahu ciri-ciri penyakit ginjal agar fungsi ginjal tetap selamat.

Sudah banyak kasus di sekitar kita bagaimana susahnya mengobati penyakit ginjal jika organ satu ini sudah begitu darah. Cuci darah adalah satu-satunya cara si pasien bertahan jika ginjalnya sudah tak berfungsi.

"Pada penyakit ginjal ada yang bergejala dan ada pula yang tidak bergejala," ujar dr. Dante Saksono, SpPD, PhD, dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, Senin (8/3/2010).

Di Indonesia, kata dr Dante, akhir-akhir ini pasien yang mengeluh karena sakit ginjal kronik semakin meningkat. Seharusnya hal ini dapat dicegah apabila pasien telah mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan sebelumnya sehingga dapat ditanggani lebih dini.

Gejala penyakit ginjal dapat dilihat sesuai fungsi ginjal itu sendiri. Fungsi ginjal yang utama adalah sebagai sistem filter dan ekskresi, pengatur asam basa dalam darah, pengatur tekanan darah, dan menstimulasi produksi sel-sel darah merah.

Jika fungsi-fungsi itu terganggu dapat dilihat dari gejalanya:
1. Urine yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan biasanya
2. Darah menjadi lebih asam
3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
4. Hemoglobin (Hb) rendah
5. Kurang darah (anemia)
6. Mudah lelah
7. Tubuh sering terasa sakit, kram, tidak ada nafsu makan, susah tidur.
8. Penimbunan cairan seperti di kaki dan wajah yang terlihat seperti membengkak atau
9. Pengeringan cairan dengan mata cekung, mulut kering, hampir tidak ada lendir dalam mulut.

Namun untuk sebagian lagi penyakit ginjal justru tidak bergejala. Penyakit ini baru teridentifikasi setelah dilakukan uji laboratorium, yaitu melalui uji urine dan kreatinin atau kotoran yang dapat dihilangkan oleh ginjal yang berfungsi dengan baik.

Rusaknya ginjal lebih sering diakibatkan karena ada penyakit kronik lain seperti diabetes, darah tinggi, infeksi ginjal, ginjal bawaan, dan batu ginjal.

Berikut tips yang diberikan dr Dante agar ginjal tetap sehat:

1. Cukup konsumsi air putih
2. Hindari konsumsi obat sembarangan
3. Kurangi jamu-jamuan yang belum diuji klinis
4. Hindari konsumsi suplemen yang berlebihan seperti Vitamin C maksimum 4 gram sehari
5. Olahraga teratur
6. Menjaga berat badan karena obesitas bisa memicu ginjal
7. Lakukan kontrol secara teratur terutama bagi pasien yang memiliki penyakit seperti diabetes dan hipertensi, karena mereka akan berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan ginjal.

Seseorang dapat melakukan medical check up untuk mengetahui apakah dirinya rawan dan mempunyai tanda-tanda atau kemungkinan bisa terkena penyakit ginjal.

Pemeriksaan laboratorium pada urine dapat mengetahui berat atau tidaknya penyakit ginjal yang dialami seseorang. Urine akan tampak normal jika penyebabnya kurang aliran darah ke ginjal. Tetapi jika urine mengandung darah itu artinya ada kelainan di dalam ginjal.

Kadang pada urine juga ditemukan protein padahal pada kondisi normal tidak ada protein pada urine. Kondisi urea dan kreatinin akan terlihat tinggi jika ginjalnya mengalami gangguan.
Sumber: detikcom